Apa itu Anemia aplastik?

Apa itu Anemia aplastik?


Anemia aplastik adalah Kelainan Darah yang serius. Pada Anemia aplastik, sumsum tulang belakang tidak memproduksi sel darah. Sumsum tulang belakang adalh jaringan lunak di dalam tulang, di mana sel darah Anda dibentuk. Sel darah yang dibuat yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Saat Anda menderita Anemia aplastik, sumsum tulang belakang Anda tidak dapat membuat sel darah, yang menyebabkan risiko tinggi terkena infeksi, perdarahan yang tidak terkontrol, dan masalah jantung yang serius.
Apa itu Anemia aplastik?

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Anemia aplastik?


Beberapa gejala dan tanda Anemia aplastik yaitu:

  1. Kelemahan,
  2. Nyeri Dada
  3. Pusing
  4. Kulit pucat
  5. Sesak
  6. Memar yang tidak diketahui penyebabnya
  7. Mimisan atau gusi berdarah
  8. Perdarahan yang berkepanjangan

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab Anemia aplastik?

Penyebab utama Anemia aplastik yaitu kerusakan sumsum tulang belakang. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kerusakan sumsum tulang belakang baik sementara ataupun permanen. Faktor tersebut yaitu:

Radiasi dan kemoterapi: Terapi ini membantu membunuh sel kanker namun terapi ini juga dapat membunuh sel-sel sehat, termasuk sumsum tulang belakang. Anemia aplastik merupakan efek samping yang biasa terjadi sementara dan dapat sembuh kembali setelah terapi

Paparan terhadap bahan kimia toksik: Bahan kimia toksik misalnya benzene (kandungan yang biasa terdapat pada bensin) dan pembunuh serangga (DDT)

Induksi obat : Terdapat beberapa obat artritis reumatoid dan antibiotik yang dapat menyebabkan Anemia aplastik. Diskusikan dengan dokter dan apoteker untuk informasi lebih lanjut

Infeksi virus: Ada beberapa infeksi virus yang dapat mempengaruhi sumsum tulang belakang. Infeksi tersebut antara lain Hepatitis, HIV, Epstein-Barr dan cytomegalovirus

Kelainan autoimun: Penyakit autoimun dapat menyerang sel-sel sehat Anda, termasuk sumsum tulang belakang.


Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk Anemia aplastik?


Ada banyak faktor risiko untuk Anemia aplastik, yaitu:

  • Paparan terhadap radiasi atau bahan kimia dosis tinggi, termasuk terapi kanker
  • Pemakaian berlebih kloramfenikol dan senyawa emas untuk mengobati infeksi bakteri dan artritis reumatoid
  • Kelainan Darah, penyakit autoimun, dan infeksi berat
  • Pada kasus yang jarang, kehamilan dapat menyebabkan Anemia aplastik akibat masalah autoimun

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk Anemia aplastik?

Terapi untuk Anemia aplastik bertujuan untuk mengurangi gejala, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup. Pilihan terapinya dapat berupa:


Transfusi darah: Terapi ini akan membantu mempertahankan jumlah sel darah dalam rentang yang normal. Transfusi darah biasanya diberikan secara intravena (IV) dengan pencocokan darah pendonor dan resipien yang ketat.

Transplantasi sumsum tulang belakang: Transplantasi sumsum tulang dan darah menggantikan sel induk yang rusak dengan sel sehat dari pendonor. Terapi ini merupakan terapi terbaik untuk anak kecil dan dewasa muda dengan Anemia aplastik berat dan yang sehat. Terapi ini sangat berpotensi menyembuhkan Anemia aplastik

Terapi obat: Dokter Anda dapat meresepkan obat-obatan yang merangsang sumsum tulang belakang Anda, menekan sistem imun Anda, dan atau mencegah serta mengobati infeksi

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Anemia aplastik?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi Anemia aplastik:

  1. Minumlah obat yang telah diresepkan dokter
  2. Lakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin sesuai dengan anjuran dokter Anda
  3. Istirahat yang cukup
  4. Hindari infeksi dengan mencuci tangan Anda sesering mungkin dan olah makanan Anda dengan baik;
  5. Hindari olahraga kontak fisik untuk menghindari memar serta perdarahan di dalam
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Sumber: Kamus Penyakit 

Post a Comment

0 Comments