Pengertian, Tindak Pencegahan serta Pengobatan Penyakit Diare



Pengertian Diare

Diare ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan atau buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami Dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Maka dari itu, walaupun umum, diare tidak seharusnya dianggap enteng.

Gejala diare pada orang dewasa dan anak-anak

Gejala diare tergantung kepada penyebab dan siapa yang mengalaminya, yakni orang dewasa atau anak-anak. Penderita diare ada yang hanya mengalami Sakit Perut singkat dengan tinja yang sedikit encer atau ada juga yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Pada kasus diare parah, kemungkinan penderitanya juga akan mengalami Demam dan kram perut hebat.

Faktor penyebab diare secara umum

Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus sendiri terjadi karena mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti Norovirus dan Rotavirus.

Diare juga bisa timbul akibat faktor-faktor berikut ini:
  1. Efek samping obat-obatan tertentu
  2. Gelisah
  3. Konsumsi alkohol dan kopi yang berlebihan

Seputar pengobatan diare

Jika parah, diare bisa berujung pada Dehidrasi. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa penderitanya terutama jika terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan tubuh anak-anak terhadap Dehidrasi jauh lebih kecil dibandingkan dengan pada orang dewasa. Maka dari itu orang tua disarankan untuk mewaspadai tanda-tanda Dehidrasi pada anak dan penderita disarankan untuk meminum banyak cairan saat diare masih berlangsung.

Oralit bisa diminum untuk menghindari Dehidrasi, tetapi konsultasikanlah pemakaiannya terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, terutama jika Anda menderita penyakit tertentu, seperti Penyakit Jantung.

Obat anti-diare biasanya tidak terlalu dibutuhkan, kecuali bagi mereka yang memiliki aktivitas padat atau yang ingin bepergian jarak jauh. Salah satu obat anti-diare yang efektif dan cepat dalam menghentikan diare adalah loperamide. Namun loperamide tidak boleh diberikan kepada anak-anak.

Sebagian besar penderita diare sembuh setelah beberapa hari tanpa melakukan pengobatan. Pada orang-orang dewasa, diare biasanya sembuh setelah dua hingga empat hari, sedangkan pada anak-anak, diare biasanya berlangsung lebih lama, yakni antara lima hingga tujuh hari.

Cara untuk mencegah diare

Diare bukan saja berdampak pada si penderita, tapi juga berpotensi menyebar, terutama kepada anggota keluarganya. Oleh sebab itu diare sebaiknya dicegah mulai dari aspek kontak pertama hingga penyebarannya.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:
  1. Mencuci tangan sebelum makan
  2. Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran
  3. Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang
  4. Makan makanan yang dimasak dari bahan-bahan yang segar
  5. Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan
Jika Anda mengalami diare, Anda boleh mengambil langkah-langkah seperti berikut ini untuk mencegah diare menyebar kepada orang-orang di sekitar Anda:
  1. Jika tinggal satu rumah, pastikan penderita menghindari penggunaan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota rumah lainnya
  2. Membersihkan toilet dengan disinfektan setiap setelah buang air besar
  3. Tetap berada di rumah setidaknya 48 jam setelah periode diare yang terakhir
  4. Mencuci tangan sehabis dari toilet atau sebelum makan dan menyiapkan makanan

Gejala Diare

Gejala diare tergantung kepada penyebab dan siapa yang mengalaminya. Ada yang hanya mengalami Sakit Perut singkat dengan tinja yang sedikit encer atau ada juga yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Biasanya diare jangka panjang membuat si penderita kerap merasa ingin buang air besar. Beberapa gejala diare lainnya adalah hilang nafsu makan, Sakit Kepala, dan Mual yang disertai Muntah.

Waktu yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter

Jika bayi Anda mengalami diare selama enam kali atau lebih dalam satu hari, sebaiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter. Anak-anak sebaiknya diperiksakan ke dokter jika diare yang dialami juga disertai Muntah, darah pada tinja, menceret-menceret yang parah, buang air besar hingga enam kali atau lebih dalam jangka 24 jam, dan diare berlangsung lebih dari dua minggu. Diare pada anak-anak umumnya pulih dalam 5-7 hari.

Sedangkan untuk orang dewasa, pemeriksaan dokter harus segera dilakukan jika mereka mengalami:
  1. Diare disertai Muntah-Muntah
  2. Diare dengan darah pada tinja
  3. Pendarahan pada anus
  4. Menceret-menceret yang parah sehingga berisiko Dehidrasi
  5. Diare selama lebih dari satu minggu (pada umumnya diare pulih dalam 2-4 hari)
  6. Diare pada malam hari hingga mengganggu tidur
  7. Penurunan berat badan secara drastis
  8. Baru saja mengkonsumsi antibiotik
  9. Diare setelah menjalani perawatan di rumah sakit
  10. Dehidrasi sebagai dampak dari diare
Diare yang parah atau yang berkelanjutan dapat menyebabkan Dehidrasi. Dehidrasi tidak boleh dianggap enteng karena dapat berakibat kepada kematian.

Pada anak-anak, gejala Dehidrasi bisa meliputi rewel atau cepat mengantuk dan kondisi tubuh yang semakin menurun. Selain itu jarang buang air kecil, kaki dan tangan yang terasa dingin, serta kulit pucat dan berbintik, bisa mengindikasikan Dehidrasi juga. Orang tua disarankan untuk mewaspadai gejala-gejala Dehidrasi pada anak mereka.

Sedangkan pada orang dewasa, gejala Dehidrasi meliputi hilangnya nafsu makan, Mual dan Pusing, kelelahan atau kurang tenaga, serta pening ketika berdiri. Selain itu jantung berdebar, kram otot, mata cekung, serta lidah kering bisa mengindikasikan terjadinya Dehidrasi.

Mengatasi diare dengan obat-obatan
Obat-obatan anti diare untuk mengurangi gejala dan mempersingkat diare. Ada beberapa jenis obat anti diare, dan umumnya obat anti diare mampu mengurangi gejala, serta mempersingkat lamanya diare sebanyak satu hari. Obat anti diare yang paling sering digunakan adalah loperamide. Obat ini terbukti efektif dan memilki efek samping yang sedikit. Loperamide mampu menjadikan kotoran Anda lebih padat dan mengurangi frekuensi buang air besar Anda.

Selain loperamide, obat yang sama efektifnya adalah racecadotril. Obat ini mampu mengurangi jumlah cairan yang dihasilkan oleh usus kecil. Umumnya obat anti diare dilarang untuk diberikan pada anak-anak. Namun racecadotril bisa diberikan pada anak usia di atas 3 tahun dengan dicampur oralit dan dengan dosis yang tepat.


Sejumlah obat anti diare bisa dibeli di apotik tanpa menggunakan resep dari dokter. Anda disarankan untuk membaca petunjuk pada kemasan agar tahu takaran dosis yang tepat dan tahu apakah obat tersebut cocok untuk Anda. Obat anti diare sebetulnya tidak diperlukan, kecuali Anda terdesak dengan aktivitas penting.


Jangan minum obat anti diare jika Anda sedang mengalami Demam tinggi atau terdapat darah dan nanah pada tinja Anda. Segera periksakan diri ke dokter.

Sumber: kamus penyakit

Post a Comment

0 Comments