Pengertian, Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan Autisme

Pengertian Aautisme.

Autisme adalah kelainan neurologis dan perkembangan yang dimulai pada masa kanak-kanak dan bertahan seumur hidup. Autisme dapat mempengaruhi interaksi penderita dengan orang lain, berkomunikasi, dan belajar. Anak autis mengalami kesulitan dalam interaksi sosial, masalah dalam komunikasi verbal dan non verbal, dan melakukan hal yang diulang-ulang, atau ketertarikan yang sempit dan obsesif. Perilaku ini dapat berdampak ringan hingga cacat. Autisme bervariasi dalam tingkat keparahan dan gejala serta dapat juga tidak disadari, khususnya autisme ringan pada anak atau jika ada kelainan lain yang lebih parah sehingga gejala autisme jadi terabaikan. Para ilmuwan tidak yakin dengan penyebab autisme, namun hal yang mungkin berperan yaitu genetik dan lingkungan.

Tanda-Tanda & Gejala-Gejala Autisme?

Beberapa gejala autisme dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala biasanya dimulai saat masih kecil, bahkan usia 1-2 tahun. Gejala yang sering terjadi yaitu:

  1. Tenang dan pasif
  2. Tidak suka dipeluk atau hanya membolehkan dipeluk saat mereka ingin saja
  3. Tidak akan melihat lurus objek saat orang lain menunjuk ke arah objek tersebut
  4. Ingin sendirian di kamar atau tempat tidur, kadang-kadang selama beberapa jam
  5. Tidak peduli saat orang bicara dengannya, namun merespon suara lain
  6. Mengikuti sikap atau perilaku, seperti menjetikkan jari, menyusun objek, dan memiliki kebiasaan/ritual yang harus dilakukan
  7. Sulit beradaptasi dengan perubahan rutinitas
  8. Sulit mengekspresikan kebutuhannya menggunakan kata-kata umum atau gerakan
  9. Anak yang lebih besar dapat terlalu sensitif pada suara, bau, sentuhan, atau rasa
  10. Mereka kurang dapat berimajinasi
  11. Terlambat bicara
Selain tanda-tanda diatas, Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak kami sebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Upaya Periksa Ke Dokter

Anda harus menghubungi dokter bila Anda merasa anak Anda lambat berkembang. Beberapa gejala dapat dilihat dalam 2 tahun pertama. Gejala dapat berupa berikut ini:

  1. Tidak merespon saat dipanggil
  2. Perkembangan komunikasi lambat
  3. Sulit bersikap dan berperilaku atau mengalami gejala di atas
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab Terjadinya Autisme

Ilmuwan tidak mengetahui penyebab pasti autisme namun menyatakan bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan dalam autisme. Peneliti menemukan sejumlah gen berhubungan dengan kelainan ini. Dalam pencitraan pada penderita autisme ditemukan perbedaan pada perkembangan beberapa area otak. Studi menyatakan bahwa autisme dapat merupakan hasil dari gangguan pertumbuhan otak normal di awal. Gangguan ini dapat merupakan hasil defek gen yang mengontrol perkembangan otak dan pengaturan bagaimana sel otak berhubungan satu sama lain. Autisme lebih sering terjadi pada anak yang lahir prematur.

Faktor lingkungan juga berperan dalam fungsi dan perkembangan gen, namun faktor lingkungan tersebut belum diketahui secara spesifik.

Teori bahwa cara orangtua membesarkan anak adalah salah satu faktor autisme belum terbukti. Beberapa studi menunjukkan bahwa vaksinasi untuk mencegah penyakit infeksi anak-anak tidak akan meningkatkan risiko autisme.



Faktor Resiko Penderita Autisme

Ada banyak faktor risiko untuk autisme, yaitu:
  • Jenis kelamin: autisme terjadi 5 kali lebih sering pada laki-laki dibanding wanita
  • Riwayat keluarga: keluarga yang memiliki anak autis mungkin akan memiliki anak autis lain
  • Penyakit lain: autis cenderung terjadi lebih sering pada anak dengan genetik atau kondisi kromosom tertentu, seperti sindrom fragile X atau sklerosis tuberous
  • Bayi prematur: autisme lebih tering terjadi pada bayi prematur. Biasanya bayi lebih berisiko jika lahir sebelum 26 minggu
  • Usia orangtua: peneliti menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia orangtua dengan anak autisme. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengonfirmasi hubungan ini


Metode Pengobatan Autisme

Tidak ada yang bisa menyembuhkan autisme. Meski begitu, peneliti menunjukkan bahwa terapi intervensi dini dapat memperbaiki perkembangan anak. Terapi intervensi ini yaitu:
  1. Terapi bicara dan bahasa: metode untuk memperbaiki perkembangan komunikasi pada anak autis, melalui latihan bicara dan dukungan interaktif audio-visual
  2. Terapi okupasional: terapi yang membantu anak berkembang dan meningkatkan kemampuan untuk hidup dan bekerja normal setiap hari
  3. Terapi fisik: terapi yang meningkatkan perkembangan fisik dengan metode fisik seperti pijat dan latihan
Diagnosis autisme dilakukan melalui 2 langkah proses. Langkah pertama melibatkan skrining perkembangan umum selama anak periksa dengan dokter anak saat masa kanak-kanak. Anak yang menunjukan beberapa masalah perkembangan dirujuk untuk evaluasi tambahan. Langkah kedua melibatkan evaluasi dari tim dokter dan dokter spesialis lain. Pada tahap ini, anak dapat didiagnosis menderita autisme atau gangguan perkembangan lain.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi:
  1. Ikuti instruksi dokter setelah terapi
  2. Lakukan rutinitas teratur di rumah Anda untuk membantu mengurangi perilaku yang diulang-ulang
  3. Libatkan anak Anda dalam program terapi yang diadakan tim dokter dan konselor
  4. Carilah layanan dukungan dan kelompok dukungan lokal untuk oran tua atau anak autis


  5. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Post a Comment

0 Comments