Bunda Wajib Tahu Kembar Siam, Pencegahan dan Pengobatannya


Kembar siam adalah kembar identik yang masih memiliki bagian tubuh yang terhubung. Kondisi ini tiga kali lebih sering terjadi pada bayi perempuan dibandingkan bayi pria.

Penyebab di balik kembar siam belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga ada dua teori yang mungkin memicu kondisi ini, yaitu:
  • Pembelahan tidak sempurna pada satu sel telur yang sudah dibuahi. Proses pembelahan sebuah sel telur menjadi dua biasanya terjadi pada delapan hingga 12 hari setelah sel telur bertemu sperma. Jika pembelahan terjadi lewat dari jangka waktu ini, pembelahan cenderung terhenti sebelum proses selesai dengan sempurna.
  • Dua embrio yang awalnya terpisah kembali menempel dan menyatu.


Jenis-jenis Kembar Siam

Bagian tubuh yang terhubung pada kembar siam bermacam-macam. Perbedaan inilah yang menjadi patokan dalam menentukan jenis kembar siam.
  • Thoracopagus
Kembar siam ini terjadi ketika dada bayi saling menempel. Dada merupakan bagian tubuh yang paling sering terhubung pada kasus bayi kembar siam. Umumnya, mereka hanya memiliki satu jantung, satu liver, dan satu usus.
  • Omphalopagus
Kembar siam ini terjadi ketika perut kedua bayi saling menempel. Umumnya, bayi kembar siam ini hanya memiliki satu liver, satu usus halus bagian bawah, dan satu usus besar.
  • Pygopagus
Kembar siam ini terjadi ketika punggung bawah dan bokong bayi saling menempel. Umumnya, mereka hanya memiliki satu saluran pencernaan, satu alat kelamin, dan satu organ kemih.
  • Craniopagus
Kembar siam ini terjadi ketika kepala bayi saling menempel di bagian samping atau bagian atas kepala. Umumnya mereka memiliki satu tengkorak, namun memiliki otak yang berbeda.
  • Ischiopagus
Kembar siam ini terjadi ketika panggul bayi saling menempel, baik saling berhadapan maupun saling membelakangi.
  • Parapagus
Kembar siam ini terjadi ketika panggul, perut, dan dada bayi saling menempel dengan posisi menyamping.
  • Cephalopagus
Kembar siam ini terjadi ketika wajah bayi saling menempel. Umumnya, wajah mereka berada di sisi saling berlawanan dan hanya memiliki satu otak. Bayi yang mengalami kondisi ini sangat sulit untuk bertahan hidup.
  • Rachipagus
Kembar siam ini terjadi ketika tulang belakang kedua bayi saling menempel. Kasus ini sangat jarang ditemukan.

Selain beberapa jenis kembar siam di atas, ada satu jenis yang dikenal dengan istilah kembar siam parasitik. Ini adalah kondisi di mana salah satu dari bayi kembar berukuran lebih kecil dan fisiknya tidak terbentuk secara sempurna.

Cara Mencegah Bayi Kembar Siam

Kehamilan bayi kembar siam sebenarnya tidak bisa dicegah.

Hal ini dikarenakan kehamilan kembar siam diawali dengan masalah dalam kandungan, yaitu kelainan pertumbuhan janin pada tahap awal proses kehamilan.

Karena kehamilan kembar siam merupakan salah satu masalah kandungan, ibu hamil memang disarankan untuk selalu menjaga kesehatan dengan memperhatikan asupan gizi, tidak merokok atau minum alkohol.

Walau tidak berperan langsung, segala asupan pasti mempengaruhi kadar hormon atau protein yang dibutuhkan saat hamil. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi proses pembelahan sel.

Selain menjaga asupan, ibu hamil juga harus rajin kontrol ke dokter kandungan.

Kehamilan kembar dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG pada akhir trimester pertama. Kondisi bayi kembar akan makin jelas saat awal trimester kedua.

Pengobatan Kembar Siam 

Penanganan kondisi kembar siam akan ditentukan berdasarkan bagian tubuh bayi yang terhubung, organ tubuh yang dimiliki, gangguan kesehatan yang dialami, serta komplikasi yang mungkin muncul.

Selama hamil, ibu yang mengandung janin dengan kondisi kembar siam akan mendapatkan pengawasan ekstra dari dokter. Melalui pengawasan tersebut, dokter akan menentukan penanganan yang diperlukan sesuai dengan anatomi dan fungsi tubuh, serta tingkat keselamatan bayi.

Untuk persalinan bayi kembar siam, operasi caesar merupakan metode persalinan terbaik. Operasi ini biasanya akan direncanakan sebelumnya, yaitu 2-4 minggu sebelum tanggal perkiraan kelahiran.

Setelah lahir, bayi kembar siam akan diperiksa secara menyeluruh oleh dokter. Dari pemeriksaan tersebut, dokter akan menentukan metode operasi pemisahan yang tepat. Prosedur ini umumnya dilakukan setelah bayi berusia 1 tahun atau lebih.

Operasi pemisahan juga mungkin dilakukan segera setelah setelah lahir jika bayi kembar siam mengalami kondisi mengancam nyawa. Metode operasi ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan kedua bayi yang dilihat dari beberapa aspek berikut ini:
  1. Kelengkapan organ- organ tubuh, seperti jantung, hati, dan usus masing-masing bayi.
  2. Kestabilan kondisi kesehatan kedua bayi.
  3. Perkiraan tingkat keberhasilan operasi pemisahan.
  4. Jenis dan tingkat kesulitan operasi rekonstruksi setelah operasi pemisahan.
  5. Jenis perawatan dan bantuan yang dibutuhkan setelah operasi pemisahan.
  6. Gangguan kesehatan yang mungkin dialami jika operasi pemisahan tidak dilaksanakan.

Jika operasi pemisahan berhasil, rehabilitasi dan perawatan lanjutan perlu dilakukan untuk melatih kemampuan masing- masing bayi. Perawatan ini bisa dilakukan melalui terapi fisik, komunikasi, dan sosial. Hal ini bertujuan agar kedua bayi bisa beraktivitas secara normal seperti bayi-bayi pada umumnya.

Jika operasi pemisahan tidak mungkin dilakukan, misalnya karena kedua bayi hanya memiliki satu jantung, atau orang tua bayi tidak ingin anaknya di operasi, dokter akan merencanakan perawatan medis lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatan bayi kembar siam.

penjelasan yang diberikan hanya sebagai inforasi. Jika ada keluhan dan pertanyaan selalu konsultasikan kepada Dokter anda untuk pengobatan terbaik anda.

Post a Comment

0 Comments