Edukasi Kesehatan: Penyakit TBC, Waspada!TBC Penyakit Menular

Tuberkulosis (TB atau TBC) merupakan infeksi bakterial yang menyerang dan merusak jaringan tubuh manusia. Bakteri tersebut dinamakan Mycobacterium Tuberculosis (MTB) dan dapat ditularkan melalui saluran udara. Jenis TB yang diderita oleh pasien seringkali merupakan infeksi TB laten, di mana terdapat bakteri TB yang “tertidur” atau belum aktif secara klinis. Bakteri TB akan aktif dan mulai menunjukkan gejala setelah periode waktu tertentu, beberapa minggu bahkan beberapa tahun, tergantung kondisi kesehatan dan daya tahan pasien. Terutama jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah (misalnya pada pengidap HIV, kanker atau pasien yang menjalani kemoterapi), maka TB akan berkembang lebih cepat. Penyakit ini biasanya berdampak pada paru-paru, namun bisa juga menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, dan organ lainnya.




Dalam beberapa kasus, masa inkubasi akan lebih singkat pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada tahap di mana penyakit ini sudah berkembang, TB akan lebih mudah menular. Berikut adalah kelompok yang rentan terhadap risiko TB:

  • Pengidap HIV atau penyakit lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
  • Orang yang melakukan kontak dengan pasien TB
  • Orang yang merawat pasien TB, misalnya dokter atau perawat
  • Orang yang tinggal atau bekerja satu tempat dengan pasien TB, misalnya di tempat pengungsian atau klinik
  • Orang yang tinggal di wilayah yang kondisi kesehatannya buruk
  • Pengguna alkohol atau obat terlarang
  • Orang yang bepergian ke tempat di mana TB merupakan penyakit yang umum. Kebanyakan adalah daerah yang masih berkembang seperti di Amerika Latin, Afrika, Asia, Eropa Timur, dan Rusia
  • Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tuberkulosis?

Saat masa inkubasi TB, pasien akan merasa normal. Kebanyakan pasien tidak menunjukkan gejala apapun pada tahap ini, dan penyakit belum menular. Ketika penyakit ini berkembang, gejala-gejala pun mulai terlihat. Tergantung pada organ mana yang diserang, gejala bisa berupa batuk yang berlangsung setidaknya 3 minggu, dahak atau Batuk Darah, Nyeri Dada, Demam, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, lelah dan lemah.

Gejala TB seperti di atas bisa jadi disebabkan oleh penyakit lain yang berhubungan dengan paru-paru. Masih ada gejala-gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala tertentu, segera konsultasikan pada dokter.

Apa penyebab tuberkulosis?

TB disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis (MTB) yang dapat menyebar melalui saluran udara. Bakteri ini dapat terhirup jika terjadi kontak dengan pasien TB atau melalui atmosfer yang sudah dicemari penyakit TB melalui batuk.

Setelah memasuki tubuh, virus masih belum aktif melainkan akan “tidur” selama beberapa waktu. Periode ini disebut masa inkubasi. Karena virus tidak aktif, maka tidak akan ada gejala dan tidak pula menular. Jika pasien mengikuti tes virus MTB, hasilnya akan positif meskipun tidak ada tanda-tanda sama sekali. Risiko TB dapat dikurangi secara signifikan jika terdeteksi dini dalam periode inkubasi.

Dari sepuluh orang yang terinfeksi virus MTB, hanya satu orang yang biasanya akan berkembang menjadi terjangkit penyakit TB. Virus akan menyerang tubuh ketika sistem kekebalan tidak mampu melawannya, atau virus tersebut menunggu hingga sistem kekebalan melemah (misalnya pada orang lanjut usia, atau pada penderita HIV). Jadi, masa inkubasi akan berbeda pada setiap orang. Ketika virus mulai aktif, virus akan berkembang di dalam paru-paru dan pembuluh darah, lalu bermigrasi ke bagian tubuh lain.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk tuberkulosis?

TB dapat diobati dengan cukup mudah. Biasanya, pasien diharuskan mengonsumsi obat-obatan selama enam bulan atau lebih. Pengobatan yang tepat akan melibatkan 3-4 antibiotik harian. Pasien akan merasa lebih baik setelah beberapa minggu. Namun, penyakit ini dapat kambuh. Karenanya, penting bagi pasien untuk menyelesaikan tahapan pengobatan sekalipun gejala-gejala TB sudah hilang. Jika konsumsi obat terhenti secara prematur, bakteri dapat tersisa di tubuh pasien. Penyakit TB dapat kembali, menyebar ke bagian tubuh lain dan menular. Keluarga pasien ataupun orang yang melakukan kontak dengannya harus segera diperiksa.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tuberkulosis? Gaya hidup dan pengobatan berikut dapat membantu Anda menanggulangi penyakit TB:

  • Waspada penularan penyakit kepada orang lain
  • Minumlah obat sesuai resep dokter;
  • Konsumsi pil sesuai jadwal;
  • Tanyakan pada dokter tentang efek samping pengobatan
  • Lakukan pemeriksaan ulang secara tepat waktu
  • Ikuti instruksi dokter mengenai kebersihan diri dan lingkungan
  • Segera hubungi dokter apabila tubuh Anda mengalami panas atau dingin; apabila Anda khawatir tentang efek samping obat suatu obat; apabila Anda menunjukkan gejala yang terus-menerus atau bahkan memburuk; apabila Anda mengalami batuk dengan dahak berubah warna atau berdarah

Segera temui dokter jika Anda mengalami Demam, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan berkeringat di malam hari. Terutama jika Anda mengalami batuk yang terus-menerus selama 3 minggu. Hal tersebut merupakan gejala penyakit TB, tetapi juga bisa menjadi gejala dari penyakit lain. 

Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan informasi. Konsultasikan ke otoritas medis lokal Anda untuk saran


Post a Comment

0 Comments