Bukan Hanya Covid 19, Pilek Juga Punyai Gejala Kehilangan Daya Penciuman dan Perasa


Pilek adalah radang yang terjadi pada lapisan hidung dan tenggorokan, sehingga menyebabkan produksi lendir menjadi lebih banyak. Mereka yang terkena pilek akan mengalami gejala berupa nyeri tenggorokan, bersin-bersin, hidung tersumbat yang kemudian beringus, bahkan Batuk-batuk.

Selain itu, meski jarang terjadi, beberapa penderita pilek juga bisa merasakan gejala seperti Nyeri Otot, nyeri telinga, Sakit Kepala, mata berair, Demam, serta kehilangan daya penciuman dan perasa.

Pilek disebabkan oleh virus dari kelompok coronaviruses dan rhinoviruses. Kondisi ini dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Contoh penularan melalui kontak langsung adalah ketika seseorang tanpa sengaja menghirup butiran-butiran bersin yang dikeluarkan penderita pilek di udara. Sedangkan contoh penularan tidak langsung adalah ketika seseorang tidak sengaja memegang benda yang telah terkontaminasi virus dari penderita pilek, lalu orang itu memegang hidung atau mulutnya.

Pilek merupakan infeksi virus yang tergolong ringan. Saat Anda mengalami pilek, beristirahatlah secara cukup. Selain itu minum banyak cairan dan cobalah makan makanan sehat yang mengandung serat tinggi dan rendah lemak, seperti buah-buahan. Untuk meredakan gejala pilek, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

  • Berkumur dengan air garam. Cara ini dapat membantu meredakan gejala hidung tersumbat dan nyeri tenggorokan.
  • Mengonsumi permen menthol. Cara ini dirasa efektif oleh beberapa orang dalam meredakan nyeri tenggorokan.
  • Menggunakan balsem hangat. Cara ini dapat meringankan gejala pilek, terutama pada bayi dan balita. Usapkan balsem pada punggung atau dada, dan jangan sampai masuk ke lubang hidung, karena selain terasa pedih, juga bisa mengganggu napas.
  • Menggunakan obat tetes hidung saline. Cara ini sama seperti berkumur dengan air garam, namun lebih aman bagi bayi dan balita. Obat yang dapat Anda beli langsung di apotek ini dapat meredakan gejala hidung tersumbat.
  • Menghirup uap air panas. Cara ini dapat membantu mengencerkan ingus yang menyumbat hidung, sehingga mudah dikeluarkan. Anda bisa menaruh air panas pada sebuah mangkuk untuk dihirup uapnya. Alangkah baiknya jika ditambah dengan bahan lain seperti minyak kayu putih atau minyak menthol. Cara ini sebaiknya tidak diterapkan pada anak-anak untuk menghindarkan mereka dari luka akibat terkena air panas.
  • Mengonsumsi suplemen zinc atau seng. Meski cara ini dapat meredakan gejala pilek, penggunaan suplemen seng dalam jangka panjang tidak disarankan karena dapat menimbulkan efek samping, seperti Diare dan Muntah-Muntah.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang bisa dibeli langsung di apotik. Ada beberapa contoh obat bebas yang dapat Anda gunakan untuk meredakan gejala pilek, di antaranya dekongestan, aspirin, ibuprofen, dan parasetamol. Bacalah petunjuk yang tertera pada kemasan obat mengenai aturan pakai sebelum Anda menggunakannya. Bertanyalah dahulu pada dokter sebelum Anda memberikan obat-obatan ini pada anak-anak, pada wanita yang sedang hamil atau menyusui untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan agar terhindar dari pilek, di antaranya adalah dengan menjaga jarak dengan penderita hingga dia sembuh, rutin mencuci tangan sampai bersih, membersihkan permukaan benda-benda yang dapat ditempeli virus, dan tidak berbagi barang pribadi dan perlengkapan makan atau minum dengan orang lain.

Jika Anda menderita pilek, bersinlah dengan ditutupi tisu agar virus tidak menyebar ke lingkungan sekitar. Setelah itu bersihkan tangan Anda dengan air dan keringkan dengan tisu.

Temuilah dokter, jika gejala pilek Anda tidak membaik atau tidak kunjung hilang setelah tiga minggu. Selain itu Anda juga disarankan menemui dokter jika mengalami pembengkakan parah pada kelenjar getah bening di ketiak dan leher, kesulitan bernapas, dan merasakan sakit pada dada.

Post a Comment

0 Comments